Lewati ke konten utama

Magic Link WhatsApp Check-in

Salah satu tantangan terbesar pelatih dalam menerapkan sains olahraga adalah rendahnya tingkat kepatuhan atlet (compliance rate) dalam mengisi kuesioner kelelahan atau kebugaran setiap hari. Atlet seringkali malas mengunduh aplikasi baru, lupa kata sandi akun, atau merasa proses pengisian terlalu berbelit-belit.

Fitur Magic Link PeakPlan memecahkan masalah ini sepenuhnya.

Dengan Magic Link, pelatih cukup mengirimkan satu tautan aman melalui WhatsApp. Atlet dapat langsung membuka tautan tersebut dan menyelesaikan check-in kesiapan (readiness) serta wellness dalam waktu kurang dari 60 detik langsung dari peramban ponsel mereka tanpa perlu login atau menginstal aplikasi apapun.



Pelatih dapat mengirimkan tautan secara individu per atlet atau secara massal (batch) untuk seluruh anggota tim:

  1. Buka editor Mikroplanner pada minggu mikro yang sedang berjalan.
  2. Temukan hari latihan yang ingin Anda pantau (misal: Senin Pagi).
  3. Klik ikon Magic Link / Check-in WhatsApp di samping nama atlet atau sesi hari tersebut.
  4. Jendela dialog akan muncul menampilkan tautan unik aman.
  5. Klik tombol Kirim via WhatsApp: PeakPlan akan otomatis membuka aplikasi WhatsApp dengan pesan ajakan ramah dan tautan yang sudah terisi otomatis ke nomor ponsel atlet bersangkutan.
  1. Jika Anda mengelola program regu/tim, klik tombol "Kirim Check-in Tim" di bagian atas Mikroplanner.
  2. Sistem akan otomatis membuatkan tautan unik yang terpersonalisasi untuk setiap atlet di dalam tim tersebut.
  3. Anda dapat menyalin tautan masing-masing atau mengirimkannya secara berurutan ke grup WhatsApp tim.

Apa yang Diisi oleh Atlet?

Saat atlet mengklik tautan Magic Link, mereka akan melihat antarmuka bersih dan ramah-ponsel (mobile-first) yang meminta 2 kategori informasi utama:

1. Kuesioner Wellness Harian (Hooper Index)

Atlet memberikan nilai skala 1 sampai 5 (disertai ikon emosional yang mudah dipahami):

  • Kualitas Tidur (Sleep): Dari 1 (Sangat Buruk / Insomnia) hingga 5 (Sangat Nyenyak / Segar).
  • Tingkat Kelelahan (Fatigue): Dari 1 (Sangat Lelah / Kehabisan Tenaga) hingga 5 (Penuh Energi / Segar).
  • Tingkat Nyeri Otot (Muscle Soreness): Dari 1 (Sangat Nyeri / DOMS Berat) hingga 5 (Tidak Ada Nyeri Sama Sekali).
  • Tingkat Stres Non-Latihan (Stress): Dari 1 (Stres Berat / Masalah Pribadi) hingga 5 (Sangat Tenang & Rileks).
  • Suasana Hati (Mood): Dari 1 (Buruk / Murung) hingga 5 (Sangat Bersemangat).
  • Catatan Tambahan: Kolom opsional bagi atlet untuk melaporkan rasa sakit minor, nyeri sendi, atau kondisi fisik khusus.

2. Biometrik Kesiapan (Readiness Input — Opsional / Sesuai Fasilitas)

Jika tim memiliki perangkat pelacak kebugaran (smartwatch, chest strap, atau aplikasi pengukur loncatan):

  • HRV (Heart Rate Variability): Nilai rMSSD dalam satuan milidetik (ms).
  • Resting Heart Rate (RHR): Detak jantung saat bangun tidur dalam satuan denyut per menit (bpm).
  • RSI (Reactive Strength Index): Skor uji loncatan reaktif (Drop Jump / CMJ) dalam satuan m/s.

Keamanan & Validitas Tautan

  • Masa Berlaku 36 Jam: Setiap Magic Link hanya berlaku selama 36 jam sejak dibuat. Hal ini menjamin bahwa data yang masuk benar-benar relevan dengan hari latihan bersangkutan dan tidak disalahgunakan di kemudian hari.
  • Tautan Terenkripsi: Tautan menggunakan token unik aman (cryptographic token) yang hanya terhubung ke ID atlet dan tanggal sesi spesifik.
  • Tanpa Sandi: Mengeliminasi kendala "lupa password" yang biasanya menjadi alasan utama atlet mangkir mengisi log latihan.

Bagaimana Pelatih Menggunakan Hasilnya?

Begitu atlet menekan tombol "Kirim Laporan", data langsung tampil secara real-time di:

  1. Mikroplanner: Muncul indikator warna status kebugaran atlet di baris harinya (Hijau = Siap Latihan Penuh, Kuning = Perlu Perhatian, Merah = Kurangi Beban/Istirahat).
  2. Halaman Wellness Analysis: Grafik tren kelelahan 7, 14, dan 30 hari terakhir.
  3. Halaman Readiness Analysis: Perbandingan biometrik harian terhadap garis dasar (baseline) normal atlet.
Rekomendasi Kepelatihan (Autoregulation)

Jika seorang atlet mendapat skor Wellness $\le 2.0$ atau HRV turun drastis di bawah baseline, terapkan prinsip Autoregulation: kurangi intensitas latihan hari itu dari beban tinggi ke beban teknik ringan atau berikan sesi pemulihan aktif (active recovery).