Glosarium Sains Olahraga & Periodisasi
Kamus referensi cepat bagi pelatih, asisten, dan praktisi olahraga untuk memahami terminologi sains kepelatihan yang digunakan di dalam platform PeakPlan.
1RM (One Repetition Maximum)
Beban maksimal teoritis atau aktual yang dapat diangkat oleh seorang atlet dalam satu repetisi tunggal dengan teknik yang benar. Digunakan sebagai dasar penentuan persentase intensitas latihan beban (misal: 80% dari 1RM).
ACWR (Acute:Chronic Workload Ratio)
Rasio perbandingan antara beban latihan jangka pendek (Akut: 7 hari terakhir) terhadap kapasitas kebugaran jangka panjang (Kronis: 28 hari terakhir). Metrik kunci untuk mengidentifikasi "zona aman latihan" (0.8–1.3) dan menghindari lonjakan beban berbahaya (> 1.5) yang memicu cedera.
Autoregulation (Autoregulasi)
Pendekatan fleksibel dalam kepelatihan harian di mana volume atau intensitas disesuaikan secara real-time berdasarkan status kesiapan (readiness) atau pemulihan atlet pada hari tersebut, alih-alih memaksakan angka kaku yang telah dirancang berminggu-minggu sebelumnya.
Beban Akut (Acute Load)
Akumulasi rata-rata beban latihan (sRPE) selama 7 hari terakhir. Menggambarkan tingkat kelelahan (fatigue) terkini atlet.
Beban Kronis (Chronic Load)
Akumulasi rata-rata beban latihan (sRPE) selama 28 hari terakhir. Menggambarkan fondasi kapasitas kebugaran fisik historis (fitness) atlet.
Biomotor (Kemampuan Biomotorik)
Komponen-komponen dasar kemampuan fisik manusia yang menopang performa olahraga, meliputi: Daya Tahan (Endurance), Kekuatan (Strength), Kecepatan (Speed), Kelincahan (Agility), Daya Ledak (Power), dan Kelentukan (Flexibility).
Deload (Penurunan Beban Terencana)
Fase satu minggu mikro di mana volume atau intensitas latihan diturunkan secara sengaja (biasanya dipangkas 40–50%) untuk memberi kesempatan pada sistem muskuloskeletal dan sistem saraf pusat pulih sepenuhnya, memicu efek superkompensasi.
DUP (Daily Undulating Periodization)
Model periodisasi non-linear di mana volume dan intensitas latihan dirotasikan secara dinamis dari hari ke hari dalam satu minggu (misal: Hari Hipertrofi, Hari Kekuatan, dan Hari Daya Ledak).
Hooper Index
Kuesioner evaluasi status kesejahteraan psikofisiologis atlet yang mengukur 5 pilar subjektif: Kualitas Tidur (Sleep), Kelelahan (Fatigue), Nyeri Otot (Soreness), Stres (Stress), dan Suasana Hati (Mood).
HRV (Heart Rate Variability)
Variasi interval waktu antar-detak jantung yang berurutan (diukur dalam satuan milidetik / ms). Nilai HRV yang tinggi dan stabil mencerminkan dominasi sistem saraf parasimpatis dan pemulihan tubuh yang optimal.
Makrosiklus (Macrocycle)
Rencana pelatihan jangka panjang menyeluruh, biasanya berdurasi beberapa bulan hingga satu tahun penuh (atau multi-tahun dalam siklus Olimpiade), yang berpuncak pada satu atau beberapa kompetisi target utama.
Mesosiklus (Mesocycle)
Blok pelatihan tingkat menengah, umumnya berdurasi 2 hingga 6 minggu, yang berfokus pada adaptasi kemampuan biomotor tertentu (misal: Mesosiklus Hipertrofi, Mesosiklus Kekuatan Maksimal, atau Mesosiklus Transmutasi).
Mikrosiklus (Microcycle)
Unit terkecil dari struktur periodisasi, biasanya berdurasi satu minggu (7 hari), yang berisi rencana detail sesi latihan harian dan hari pemulihan.
Neural Load (Beban Sistem Saraf Pusat)
Tuntutan stres neurologis pada sistem saraf pusat (CNS) yang dihasilkan dari latihan dengan intensitas usaha maksimal (≥85% 1RM, sprint all-out, lompatan eksplosif). Sistem saraf memerlukan waktu pemulihan hingga 48–72 jam.
Peaking (Puncak Performa)
Fase kondisi fisiologis dan psikologis optimal di mana kebugaran atlet berada di titik tertinggi dan kelelahan berada di titik terendah, dirancang tepat pada hari perlombaan atau pertandingan utama.
Residual Training Effects (Efek Residu Latihan)
Retensi adaptasi biologis tubuh terhadap stimulasi latihan tertentu yang masih bertahan setelah latihan tersebut dihentikan. Konsep dasar dari model Periodisasi Blok Vladimir Issurin.
RHR (Resting Heart Rate)
Denyut jantung istirahat saat bangun tidur di pagi hari dalam kondisi tenang (denyut per menit / bpm). Kenaikan mendadak ≥5–7 bpm sering mengindikasikan peradangan, dehidrasi, atau gejala awal infeksi.
RPE (Rate of Perceived Exertion)
Skala numerik persepsi subjektif terhadap tingkat kesulitan atau usaha suatu latihan, dipopulerkan oleh Gunnar Borg (skala 1–10).
RSI (Reactive Strength Index)
Rasio antara tinggi lompatan dibagi waktu kontak kaki di tanah. Digunakan sebagai indikator efisiensi siklus regang-pendek (stretch-shortening cycle) dan kelelahan neuromuskular perifer.
Session RPE (sRPE)
Metode kuantifikasi beban latihan internal: Skor RPE (1–10) × Durasi Sesi (Menit). Dihitung dalam satuan Arbitrary Units (AU).
Superkompensasi (Supercompensation)
Respon adaptasi fisiologis tubuh di mana setelah menerima beban latihan dan waktu pemulihan yang cukup, tingkat kapasitas fisik tubuh meningkat melampaui garis dasar sebelum latihan.
Tapering
Pengurangan volume latihan secara terencana dan bertahap (biasanya 40–60%) selama 1 hingga 2 minggu menjelang kompetisi utama, dengan tetap mempertahankan intensitas gerakan, untuk menghilangkan rasa lelah tanpa menghilangkan kapasitas kebugaran.
Training Monotony (Monotoni Latihan)
Indeks keragaman beban harian: Rata-rata Beban Mingguan / Standar Deviasi Beban Mingguan. Nilai > 2.0 menandakan ketiadaan variasi beban yang berisiko memicu kejenuhan dan cedera.
Training Strain (Ketegangan Latihan)
Total Beban Mingguan × Training Monotony. Indikator gabungan beban stres fisik dan imunosupresi atlet.